
Kamis(11/8), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia ( FPBI ) melakukan aksi unjuk rasa ke Mahkamah Agung ( MA ) dan Istana Negara . Di MA, FPBI menuntut untuk segera di selesaikannya kasus – kasus yang menumpuk dan untuk segera ditindaklanjuti secara tegas atas keputusan yang sudah dibuat terkait kasus – kasus tersebut.
Mulanya aksi unjuk rasa yang dilakukan berjalan dengan tertib ketika konsentrasi massa masih berada di MA ,namun, ketika massa hendak menuju ke Istana Negara, susana menjadi memanas. Hal ini disebabkan karena pihak kepolisian tidak memberikan jalan kepada masa aksi untuk menuju Istana Negara.
Sempat terjadi adu mulut antara polisi dan perwakilan dari pihak buruh, karena kedua pihak saling ngotot ,Namun akhirnya masa buruh dari FPBI memilih untuk tetap tinggal di MA karena mereka tidak mau di arahkan masuk ke monas.
Menurut Sukanti, Sekjend FPBI ” bahwa dalam hal ini sudah cukup jelas bahwa rezim yang berkuasa saat ini adalah rezim anti demokrasi dan juga rezim yang neolib, yang hanya mengakomodir kepentingan pengusaha / investor, bukan kepentingan rakyat.”
Setelah pembacaan statment, pukul 13.20, massa dari FPBI membubarkan diri dengan tertib, karena memang kebanyakan dari massa aksi adalah buruh yang bekerja Shift 2 dan Shift 3.
Herman “Beb”