(Oleh : Redaksi FPBI)
18 Mei 2017
Jakarta – Komite Perjuangan Rakyat (KPR) hari ini kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait kenaikan tarif dasar listrik. Aksi di ikuti oleh beberapa elemen dari buruh, pemuda, mahasiswa.
Menurut Sekum KPR, kebijakan kenaikan tarif dasar listrik dirasa sangat merugikan rakyat. “Kenaikan tarif dasar listrik juga memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok sehingga dapat di pastikan bahwa kenaikan TDL merupakan kebijakan yang memiskinkan Rakyat,” pungkasnya Herman Abdurrahman.
Dia juga menegaskan bahwa kebijakan mencabut subsidi adalah bentuk kegagalan sistem kapitalisme yang di anut oleh negara. Aksi ini di mulai pukul 10.00 WIB dengan longmarch dari Patung Kuda menuju Istana Negara.

Dalam orasinya Sukanti menambahkan bahwa penentuan upah buruh di dasarkan pada KHL (Komponen Hidup Layak) yang berisikan kebutuhan buruh selama 1 bulan yang kemudian di kenal dengan UMK. “Misalnya upah buruh di tahun 2017 di tentukan di 2016 dengan mengacu pada KHL dan inflansi 2016 sehingga kenaikan TDL sudah pasti mengurangi kualitas Upah buruh. Kemudian buruh akan semakin sengsara dengan adanya kenaikan TDL,” ungkap Sekjend FPBI tersebut.
Lalu di sektor pendidikan dan kesehatan pasti juga akan mengalami kenaikan harga. Atas dasar itu kita Komite Perjuangan Rakyat menyatakan dengan tegas bahwa rakyat sedang di miskinkan oleh kebijakan pemerintah.
KPR juga akan menggugat Permen No 28 tahun 2016 tentang Tarif Dasar Listrik. Aksi KPR ini juga di lakukan di berbagai daerah. (**as**)

