Serikat Buruh di Asia Bersolidaritas Kepada Buruh Arnott’s Indonesia

Informasi yang beredar di kalangan buruh PT Arnott’s. Buruh-buruh yang masih bekerja mendapat intimidasi dari pengelola perusahaan. Katanya, para buruh dilarang menyatakan solidaritas apalagi turut menyerukan boikot produk Arnott’s.
Tampaknya, pengelola PT Arnott’s kelimpungan dengan perkembangan perlawanan dari buruh.
Seperti diketahui, pada 23 Mei 2018, PT Arnotts Indonesia memaksa para buruh untuk menerima kebijakan pensiun dini kepada 300 buruh. Anehnya, kebijakan tersebut dialamatkan kepada pegurus dan anggota serikat buruh. Wajar jika muncul dugaan bahwa kebijakan pensiun dini tersebut merupakan modus pemberangusan serikat buruh.
Selain itu, para buruh juga mengorganisasikan solidaritas. Sejak 24 Mei, berbagai dukungan berdatangan baik secara individu maupun dari berbagai serikat buruh. Tidak hanya dari serikat buruh di Indonesia, solidaritas pun datang dari negara-negara lain, seperti Australia dan India.
Gabungan Serikat Buruh Garmen India, menyatakan dukungannya dengan mengirimkan poster solidaritas, pada 27 Mei 2018.
Solidaritas pun datang dari Australia. Dalam pernyataan sikapnya, Solidarity Australia menyampaikan bahwa PT Arnott’s merupakan perusahaan multinasional asal Amerika. Kuntungannya terus menerus meningkat sehingga tidak semestinya memangkas hak atas pekerjaan dengan dalih apapun.
Solidaritas pun datang dari pegiat perburuhan yang tergabung dalam Asia Transnational Monitoring Network (ATNC), sebuah jaringan perburuhan di Asia. ATNC mendukung perjuangan buruh Arnott’s dan mengajak seluruh anggotanya untuk menyampaikan solidaritas kepada buruh Arnott’s. (Rahmatullah)