
Ilustrasi poto; Jajat Sudradjat
Kab.Bogor (spn.27/9/2018). Sekitar seribuan massa aksi di kabupaten bogor melakukan unjuk rasa di depan kantor bupati kabupaten bogor. Massa yang tergabung dalam BMI (barisan masyarakat indonesia) dan menjadi unsur dalam kesatuan perjuangan rakyat (KPR) berangkat menggunakan mobil angkutan umum dari desa masing-masing, massa konvoi menuju sasaran aksi.
Menurut ketua BMI kabupaten Bogor Sahrul yang biasa dipanggil ayunk; aksi ini dilakukan sebagai upaya merespon jaminan sosial rakyat yang buruk baik dari segi kualitas maupun pelayanan. Masih banyak masyarakat tidak mampu yang seharusnya mendapatkan bantuan iuran atau PBI faktanya masih banyak masyarakat di desa yang belum mendapatkan kartu BPJS atau jaminan sosial. Lebih lanjut dikatakan bahwa jaminan sosial merupakan tugas atau tanggungjawab negara artinya negara harus benar benar hadir memberikan jaminan sosial yang gratis dan berkualitas. selain itu juga ada persoalan pendidikan, KTP dan lain sebagainya,tutupnya.
Massa aksi terus meneriakkan tuntutannya sambil melakukan orasi secara bergantian. Selain BMI hadir juga organisasi lain yang tergabung dalam Kesatuan perjuangan rakyat (KPR) seperti serikat mahasiswa indonesia, FPBI, FSPKAN. Organisasi-organisasi tersebut secara bergantian juga turut memberikan dukungan perjuangan kepada masyarakat Bogor yang sedang menuntut hak-haknya sebagai warga negara.
Massa aksi bergerak menyampaikan aspirasinya di Dinas pendudukan dan catatan sipil lalu menuju kantor Bupati kabupaten Bogor.
Tuntutan massa BMI diantaranya;
1. kesehatan gratis layak dan manusiawi untuk seluruh masyarakat kabupaten bogor tanpa terkecuali (KIS gratis)
2. perbaiki pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor, perbanyak rumah sakit dan tenaga medis di setiap rumah sakit.
3. Pendidikan gratis sampai universitas (KIP) kartu indonesia pintar untuk seluruh masyarakat kan.Bogor.
4. Perbaiki pelayanan DisDukcapil dan berantas pungli.
5. Usut tuntas kasus penahanan ijazah
6. Realisasikan UPT Disdukcapil disetiap kecamatan dalam pengurusan akta kelahiran.
7. Segera cetak e-KTP untuk seluruh masyarakat kabupaten Bogor.
8. Tolak kenaikan BPJS kesehatan.
(***jj)