(Oleh : Redaksi FPBI)
18 Juli 2017
Jakarta – Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI-KPBI) mendukung mogok kerja Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (FSERBUK-KPBI) di kawasan PLTU Gunung Raja, Muara Enim, Sumatera Selatan. Mogok ini akan dilakukan serentak di 9 perusahaan pada tanggal 19-22 Juli 2017.
Perjuangan melalui mogok tersebut di dasari karena adanya diskriminasi (ketidaksetaraan perlakuan antara pekerja asing dan lokal), dan sistem kerja perburuhan yang merugikan. Selain itu ada beberapa hal lagi yang menjadi tuntutan, antara lain persoalan status kerja (mengangkat semua pekerja PKWT menjadi PKWTT), persoalan upah yang masih belum layak, serta hak normatif lainnya (Upah Lembur, BPJS, Hak Cuti Haid, Jam Kerja, dll).
Subono menyampaikan bahwa mogok kerja akan tetap dilakukan jika tuntutan tersebut tidak segera di setujui. “Kami kemarin sudah berusaha berunding dengan pihak perusahaan yang di fasilitasi oleh Disnaker, namun deadlock. Ya mogok lah jalan yang akan kami tempuh agar tuntutan kami di penuhi,” ungkap Sekretaris Jenderal FSERBUK saat kami hubungi.
Mogok yang akan melibatkan ratusan buruh ini tentunya ada dasar hukumnya yang tertuang dalam UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Kemudian berbicara persoalan diskriminasi juga ada dalam Undang-Undang tersebut yaitu pada Pasal 6 yang isinya ‘Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi pengusaha’.
Melihat persoalan ini, sebagai sesama buruh wajib hukumnya untuk saling bersolidaritas. “Pengusaha tidak boleh lagi semena-mena terhadap buruh. Kami ini manusia, bukan barang mainan yang seenaknya di perlakukan. Tetap semangat kawan-kawan FSERBUK yang akan mogok kerja”, ujar Herman Abdulrohman, Ketua Umum FPBI.
Herman juga menegaskan bahwa mogok kerja yang dilakukan oleh Federasi Serikat Buruh Kerakyatan di pastikan akan mendapatkan dukungan secara penuh dari Federasi Perjuangan Buruh Indonesia, karena kesejahteraan akan bisa didapatkan dengan saling bersolidaritas dan membangun persatuan yang kuat sesama kaum buruh. (**as**)
